Sabtu, 26 Mei 2018 04:56 WIB

Laporan dari Den Haag

Berbagi Serba-Serbi Startup, Ciptakan Solusi Lewat Teknologi

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Kibar dan Digitaraya Berbagi Serba-Serbi Startup di Den Haag Foto: Kibar dan Digitaraya Berbagi Serba-Serbi Startup di Den Haag
Den Haag - Setelah mengunjungi markas TQ di Amsterdam, salah satu tech hub yang didirikan oleh The Next Web, perjalanan Kibar dan Digitaraya di Belanda berlanjut ke Den Haag.

Kali ini mereka memenuhi undangan pertemuan dengan warga Indonesia yang ada di kota itu. Pertemuan ini diadakan di Kedutaan Besar RI di Den Haag.

Pertemuan ini sekaligus menandai kolaborasi Kibar dengan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Den Haag untuk berbagi serba-serbi startup dengan para staf KBRI, PPI Belanda, serta masyarakat umum yang ada di sana.

Acara seminar yang bertajuk 'Startup 101: Creating Solutions through Technology' ini dibuka dengan sambutan dari Din Wahid, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag.



Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan Kibar, sebagai wadah bagi ekosistem startup Indonesia, yang bertujuan untuk mendukung generasi kreator, inovator, dan entrepreneur Indonesia.

Sejak tahun 2012, Kibar telah konsisten mendistribusikan banyak peluang bagi perusahaan-perusahaan startup, seperti Digitaraya, Code For Indonesia, Kok Bisa Channel, Kreavi, Kratoon, dan Kumpul untuk menciptakan solusi yang berarti bagi masyarakat.

Berbagi Serba-Serbi Startup, Ciptakan Solusi Lewat TeknologiFoto: Kibar dan Digitaraya Berbagi Serba-Serbi Startup di Den Haag


Perkenalan Kibar yang diwakili oleh Octa Ramayana, Head of Incubation Digitaraya ini dimanfaatkan untuk menjelaskan perkembangan kondisi ekosistem startup di Indonesia sekaligus peran Kibar di sana.

"Kibar bergerak untuk membangun ekosistem startup teknologi di Indonesia bersama para kreator, komunitas, akademisi, media, korporasi, dan pemerintah," kata Octa.



"Melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang telah berlangsung di 10 kota di Indonesia, kami terus berupaya mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang akan menjadi solusi atas berbagai masalah dengan pemanfaatan teknologi digital," paparnya menjelaskan.

Selanjutnya, Nicole Yap, Vice President Strategy Digitaraya menjelaskan tentang Digitaraya, sebagai sebuah akselerator startup yang baru-baru ini bekerja sama dengan Google Developers Launchpad.

"Digitaraya Powered by Google Developers Launchpad ini akan semakin membuka akses para pendiri startup terhadap jaringan mentor, metodologi pembinaan startup, serta formula terbaik dalam membangun sebuah startup," katanya.

Wilson Nugraha, Project Manager Kumpul, menjelaskan posisinya sebagai mitra strategis Kibar yang telah berpengalaman di bidang pengelolaan co-working. Sebagai co-working space, Kumpul menjadi hub yang menghubungkan berbagai komunitas profesional dan kreatif untuk bekerja bersama dan saling berjejaring.



Ketut Yoga Yudistira, Founder Kok Bisa Channel pun ikut berbagi tentang berbagai ide kreatif dan inovatif yang ia tuangkan di dalam kanal edukasi 'Kok Bisa?' di Youtube yang berawal dari keresahannya terhadap berbagai tayangan yang kurang edukatif di Indonesia, terutama bagi anak muda.

Para peserta diskusi pun menyambut dengan antusias dan banyak bertanya mengenai konsep dan pengetahuan mengenai ekosistem startup dan juga cara kerja akselerator bagi perusahaan startup yang tengah digeluti oleh Kibar dan Digitaraya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah agar para peserta dapat lebih leluasa membangun jejaring bersama tim Kibar dan Digitaraya sebelum bertolak ke TNW Conference, festival teknologi internasional yang mempertemukan 15.000 eksekutif dalam bidang teknologi, investor papan atas, dan perusahaan-perusahaan startup dengan masa depan yang menjanjikan untuk saling berbagi ilmu! (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed