BERITA TERBARU
Sabtu, 21 Apr 2018 18:04 WIB

Ini Pertanda Kuat Go-Jek Mau Ekspansi Filipina

Agus Tri Haryanto - detikInet
Layanan Go-Jek. Foto: ist. Layanan Go-Jek. Foto: ist.
Manila - Teka-teki ke mana Go-Jek akan melakukan ekspansi ke luar negeri mulai muncul ke permukaan. Baru-baru ini, regulator transportasi di Manila membocorkan bahwa Go-Jek tengah menjajaki agar layanan mereka tersedia di negara tersebut.

Pembahasan antara Go-Jek dengan regulator Filipina ini rupanya terjadi hanya beberapa hari setelah Uber angkat kaki dari negara ini, pasca unit bisnisnya di Asia Tenggara diakuisisi oleh Grab.

Dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (21/4/2018) eksekutif Go-Jek meminta pertemuan dengan anggota regulator Filipina bernama Aileen Lizada yang mengatur persoalan transportasi. Aileen menyebutkan pertemuan itu dijadwalkan terjadi pada minggu depan, tanpa menyebutkan secara spesifik tanggalnya.

Reuters menyebutkan saat mengkonfirmasi terhadap Go-Jek, perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut menolak berkomentar terkait isu tersebut. Selain Filipina, otoritas transportasi Vietnam baru-baru ini juga mengkonfirmasi bahwa Go-Jek sedang menjajaki peluang masuk ke negara itu.



Sebelumnya, permintaan kehadiran Go-Jek juga dihembuskan politisi Filipina bernama Lois Campos. Ia menyatakan Go-Jek seharusnya segera datang untuk melawan Grab. Campos yang mewakili kota Makati menyatakan Go-Jek yang sangat populer di Indonesia dan memiliki ratusan ribu driver, berpeluang jadi rival berat Grab di Filipina.

"Kombinasi bisnis regional Uber dan Grab tidak hanya menurunkan tapi juga secara efektif mengeliminasi kompetisi di pasar ride sharing Filipina," katanya. "Untuk melawan dan membangun kembali kompetisi, kita mungkin akan mendorong pemain besar lain seperti Go-Jek untuk datang," tandasnya.

Campos menilai lebih banyak pemain semakin baik demi kompetisi yang sehat. "Tiga pemain lebih baik dibandingkan dua. Jika kita tak bisa punya tiga, maka dua lebih baik ketimbang satu," lanjutnya.

Campos juga mendorong merger Grab dan Uber diselidiki karena berpotensi merugikan konsumen. Itu karena posisi Grab bakal dominan seiring Uber menghilang.

Go-Jek pun telah mengindikasikan bakal segera berekspansi keluar Indonesia. Tanda-tanda itu langsung diucapkan oleh pendiri sekaligus CEO Go-Jek Nadiem Makarim belum lama ini.

"Persiapan sedang dilakukan, dan dalam beberapa minggu ke depan, ada peluncuran negara baru pertama yang akan kami umumkan," ujar Nadiem.



Belum diketahui negara mana yang akan disasar. Namun kabarnya perusahaan yang membanggakan jargon 'Karya Anak Bangsa' ini, salah satunya membidik pasar Filipina. "Ini akan diikuti oleh tiga negara lain di Asia Tenggara pada pertengahan tahun ini," sebutnya lebih lanjut.

Mengenai strategi dan dukungan finansial untuk go international ini, dikatakan Nadiem, bahwa Go-jek optimistis dapat mencapai cita-cita perusahaannya dengan dukungan dari mitra lokal dan globalnya. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed