BERITA TERBARU
Sabtu, 06 Jan 2018 10:44 WIB

China Tak Suka Jack Ma Ditolak Donald Trump

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jack Ma saat bertemu Trump. Foto: Reuters Jack Ma saat bertemu Trump. Foto: Reuters
Jakarta - Kegagalan Ant Financial Service Group, perusahaan yang dimiliki Jack Ma dalam mengakuisisi perusahaan Amerika Serikat MoneyGram sepertinya berbuntut panjang. Transaksi yang digagalkan pemerintahan Donald Trump itu membuat pemerintah China tidak senang.

Editorial kantor berita milik pemerintah China, Xinhua mengkritik pemerintah AS bertindak agresif secara ekonomi melawan China. Mereka pun memprediksi hubungan perdagangan dengan AS di tahun 2018 tidak akan berjalan dengan mulus.

"China dan Amerika Serikat akan menghadapi perjalanan bergelombang dalam perdagangan di 2018 kalau AS begerak dengan cara mereka sendiri dan tindakan balasan dari China bisa saja dilakukan," sebut Xinhua yang dikutip detikINET dari Business Insider.

Ant Financial sendiri berada di bawah payung Alibaba, raksasa e-commerce yang dibanggakan China. Sehingga wajar jika penolakan akuisisi tersebut sepertinya tidak diterima dengan baik oleh negeri Tirai Bambu itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ant Financial tahun lalu sebenarnya telah sepakat menggelontorkan uang USD 1,2 miliar atau di kisaran Rp 16,1 triliun untuk membeli MoneyGram. MoneyGram diketahui beroperasi di 200 negara.



CEO MoneyGram, Alex Holmes, mengatakan perusahaannya gagal mendapat persetujuan dari Committee on Foreign Investment, regulator yang berwewenang menangani akuisisi itu. Alasannya terkait keamanan nasional di mana data MoneyGram dikhawatirkan dipakai untuk memata-matai warga AS.

Padahal Jack terlihat akrab dengan Trump, bahkan tahun lalu Jack berjanji akan menciptakan jutaan lapangan kerja di AS seiring ekspansi Alibaba. Trump juga memuji Ma entrepreneur hebat. Namun pemerintahan Trump sepertinya sekarang sangat hati-hati dengan investasi dari China.

"Kondisi geopolitik telah berubah sejak kami mengumumkan proposal transaksi dari Ant Financial hampir setahun lalu," kata Holmes.

"Meskipun kami sudah mengupayakan yang terbaik untuk bekerja sama secara kooperatif dengan pemerintah AS, menjadi jelas sekarang bahwa merger ini tidak akan disetujui," pungkasnya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.
  • Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Minggu, 27 Mei 2018 08:37 WIB
    Andy Rubin sedang kurang beruntung. Sang pencipta sistem operasi Android ini tertimpa beberapa kesialan semenjak ia memutuskan meninggalkan Google.