Kamis, 14 Des 2017 16:06 WIB

Alasan Telkom Kembangkan Ratusan Startup

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. Telkom Foto: dok. Telkom
Jakarta - Lebih dari 20.000 anak muda dan ratusan startup tercatat telah dibina dan dinaungi oleh program inkubasi Indigo.id milik Telkom.

David Bangun, Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom mengatakan, pihaknya memiliki program seleksi, inkubasi, hingga akselerasi digital startup sejak tahun 2009.

"Sampai tahun 2017 ini, kami sudah membina 17 ribu orang lebih proses talent nurturing dan 2.000 orang lebih proses taleng selection. Dari angka itu, 98 startup masuk fase inkubasi, 17 akselerasi, dan 15 startup telah komersial penuh," katanya dalam Indigo Day di Upper Room Annex Building, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan karena Telkom sebagai BUMN tak hanya dibebani target keuangan dan dividen. Lebih dari itu, juga harus menjadi agen pembangunan dengan menciptakan dan menumbuhkembangkan ekosistem digital di tanah air.

Karena itulah, kata David, pihaknya mengembangkan itu semua tanpa tanggung. Contoh kerjasama dengan inkubator terbaik dari Silicon Valley telah dilakukan misal dengan Y Combinator yang menjadi inkubator terdepan.

"Konsep kami adalah adanya people, planet, dan participation. Dari sisi bisnisnya, kami akan terapkan kebijakan ke startup dimulai dari nurturing, selection, upgrade, customer validation, product validation, business model validation, market validation, hingga handover," katanya.

Cara ini memastikan bahwa Telkom bisa meraih kebutuhan bisnis sekaligus terkoneksi ekosistem sehingga bisnis perusahaan melek situasi dan terhindari disrupsi secara tiba-tiba.

"Bagi penggiat startup juga menguntungkan karena mereka bisa manfaatkan pasar Telkom Grup yang demikian besar." sambungnya di depan ratusan penggiat startup tanah air.

Peluang Startup

David mengatakan, saat ini pihaknya fokus mencari startup dengan spesialisasi bidang digital advertising, financial service, video/tv, music, games, travel, ecommerce, unified communication, cyber security, big data, IoT, dan API.

"Kami ini, Telkom, terus bertransformasi dari sekedar jualan telepon dan seluler. Tanpa digitalisasi, kami pasti kena disrupt. Sejauh ini, valuasi saham kami di Asia rangking 9, kami sudah mengalahkan Telstra Australia," sambungnya.

Menurut dia, peluang digitalisasi bersama startup menjadi vital karena 52% masyarakat Indonesia di bawah 30 tahun sementara pertumbuhan kelas menengah per tahun 8,2% sejak tahun 2012.

Di sisi lain, baru 30% masyarakat yang punya rekening bank serta 73% warganet tak mau bayar konten, sehingga peluang harus terus dimunculkan.

Dalam kesempatan itu, Indigo.id juga mengumumkan startup terpilih yang masuk program mereka antara lain Lacak.io, Citcall, Disitu, dan Tripal.co yang masuk kategori Market Validation. Selanjutnya, Wakuliner (Business Model Validation) serta Ngabarin, Car Be-On, dan Aplify (Customer Validation), yang seluruhnya diinjeksi modal puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sementara itu, dalam helatan Indigo Demo Day, Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo mengatakan, pihaknya memfasilitasi startup naungannya secara rutin kepada investor. Termasuk juga ke anak perusahaan lain dalam kerangka Telkom Group.

"Pada hari ini, ada 7 startup yang presentasi, terutama mereka yang sudah sukses melaksanakan program Indigo, salah satunya berhasil sinergi dengan Telkom Group," katanya.

Ery menambahkan, 7 startup tersebut antara lain Tees (Platform merchandise yang pertama dan terbesar), Opsigo (Online booking tools untuk mengintegrasikan data dariberbagai vendor biro perjalanan seperti airlines, hotel, car rental, paket tour, dan lain sebagainya), dan Qontak (Sistem direktori bisnis yang cerdas dan menyediakan informasi kontak bisnis yang sudah terverifikasi).

Kemudian Synchro (Universal Data Synchronization Platform yg ideal untuk IoT), Growpal (Platform yang bisa menghubungkan para investor dengan pembudidaya hewan laut), On-Trucks (Layanan transportasi on-demand berbasis aplikasi dan website), dan Angon (Aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya beternak secara online). (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Senin, 28 Mei 2018 02:50 WIB
    Aplikasi Tokopedia dalam waktu singkat berhasil memuncaki Apple Store dan Google Play mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Kok bisa?
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.