Kamis, 14 Sep 2017 06:36 WIB

Jack Ma Jadi Sumber Inspirasi Bos SAP Express

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Kesuksesan Jack Ma membesarkan Alibaba menjadi salah satu raksasa e-commerce terbesar dunia ternyata telah memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Termasuk Budiyanto Darmastono, yang tengah berupaya membesarkan bisnis logistik di bawah bendera PT Satria Antaran Prima (SAP Express) yang bergerak di bidang pengantaran paket dan dokumen.

"Saya termotivasi oleh Jack Ma, pendiri Group Alibaba, yang usahanya bisa melibatkan lebih dari 500.000 orang kurir di negeri China," kata Budiyanto yang memegang kendali SAP Express sebagai Presiden Direktur.

SAP Express memang menjadikan sektor e-commerce sebagai salah satu sektor utama yang dilayaninya selain industri perbankan, asuransi, farmasi, otomotif dan telekomunikasi.

"Kami percaya, walaupun jumlah pelanggan SAP Express dari kalangan perusahaan e-commerce sudah sangat banyak, namun pertumbuhan bisnis e-commerce dalam lima tahun masih akan pesat, di atas 30% per tahun," masih kata Budiyanto.

Konsumen Indonesia pun dinilai olehnya cenderung lebih suka simplisitas dan kemudahahan dalam berbelanja, sehingga belanja online akan menjadi tren gaya hidup baru yang semakin berkembang

Sinyalemen Budiyanto cukup beralasan. Gairah konsumen di Indonesia terhadap tren belanja online juga tercermin dari maraknya perusahaan-perusahaan e-commerce, baik yang berbasis online shop maupun market place dalam berbagai skala usaha.

Hal itu termasuk kemunculan pemain-pemain besar seperti Blibli, Blanja, Lazada, Zalora, Bukalapak, Alfacart, MatahariMall, Alibaba, Tokopedia, hingga JD.ID, yang pada umumnya disambut baik oleh konsumen.

Data riset dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan, transaksi e-commerce di Indonesia tahun 2016 lalu sudah mencapai USD 651,7 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun.

Angka ini diperkirakan terus akan naik seiring perkembangan ekonomi nasional dan tren perubahan gaya hidup online. Dalam kalkulasi IDC, pasar e-commerce di Indonesia pada 2020 bahkan bisa mencapai USD 1,8 miliar atau lebih dari Rp 20 triliun.

"Karena itu kami serius berinvestasi mengembangkan cabang hingga ke seluruh pelosok kecamatan di Indonesia, investasi ratusan armada mobil dan teknologi. Sehingga pelanggan kami dari kalangan perusahaan e-commerce bisa lebih fokus pada pekerjaan branding dan marketing produk yang mereka jual," masih kata Budiyanto.

SAP Express merupakan perusahaan pengantaran paket yang pertama memelopori pemakaian handset dan aplikasi android bagi lebih dari 2.100 armada kurir dan pelanggannya sehingga memudahkan mobilitas kerja dan tracking paket.

Budiyanto mengaku sangat bersemangat mengembangkan SAP Express ini, terutama dalam melayani sektor e-commerce, karena perusahaannya cukup padat tenaga kerja. Ia pun optimistis bisnisnya bisa tumbuh lebih dari 30% tahun ini. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed