Kamis, 09 Mar 2017 17:10 WIB

JD.id Coba Petik Hikmah Saat Situsnya Tumbang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Beberapa hari yang lalu, situs JD.id sempat mengalami tumbang selama beberapa jam. Padahal di samping itu, JD.id mengklaim membangun pondasi perusahaannya melalui pilar bernama trust (kepercayaan) dan service (pelayanan).

Menurut JD.id, sebagai perusahaan e-commerce mereka tak hanya menghadirkan diskon saja, tetapi lebih mengutamakan dari sisi trust dan service kepada konsumen. Untuk itu, mereka coba mengambil hikmah dari situsnya tumbang karena persoalan data center.

"Kemarin itu murni dari partner dan itu tidak terduga. Dan saya rasa itu buka kita saja yang mengalaminya. Kita lagi diskusi di internal, bagaimana caranya konsolidasi hal-hal seperti itu, misalnya kita akan lebih banyak back up plan," ujar Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.id, Teddy Arifianto di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Diketahui pada awal Maret, situs JD.id tumbang bersamaan dengan Tokopedia dan Bukalapak. JD.id mengatakan sumber permasalahan saat itu bukan dari internal, melainkan berasal data center milik Biznet yang digunakan JD.id.

"Kemarin itu sebenarnya dari Biznet yang sifatnya co-location seperti ping. Data aslinya kita tidak di sini servernya. Jadi, dari sisi keamanan tidak masalah, karena kalau terhenti maka semua transaksi terhenti juga," kilah Teddy.

"Jadi trust-nya kita cuma bangunnya dari perbaikan sistem, dari back up plan," sebut Teddy.

Soal dampak kepada konsumen saat situsnya tumbang, Teddy mengungkapkan bahwa kejadian itu di luar dugaan pihaknya.

"Kita komunikasikan kepada konsumen. Kemarin itu di luar dugaan, mau bilang apa, itu di luar kita, harusnya tanya ke Biznet mereka punya goodwill apa," ucapnya.

"(Meski demikian) kita siapkan bukan hanya musibah tapi solusi setelah musibah. Kalau fokus ke musibah, nanti gak move on," kata Teddy. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed