Jumat, 03 Mar 2017 09:02 WIB

Telkomsigma Pede Raup Rp 4 Triliun di 2017

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Telkomsigma dilaporkan mengalami pendapatan mencapai Rp 3,4 triliun pada tahun 2016. Itu yang membuat anak perusahaan Telkom tersebut percaya diri menjalankan bisnis di tahun 2017.

Direktur Utama Telkomsigma, Judi Achmadi, mengatakan pencapaian pendapatan sebesar Rp3,4 triliun itu sesuai dengan yang ditargetkan. Melihat kondisi tersebut, Telkomsigma percaya diri dapat meraih Rp 4 triliun sepanjang tahun 2017.

"Tahun lalu pendapatan sebesar Rp 3,4 triliun yang itu diatas target kita semula Rp3,2 triliun. Sekarang kita bidik pendapatan tumbuh 25-30% mencapai Rp4 triliun," ujar Judi di Jakarta, Kemarin (2/3/2017).

Pada tahun 2016, dikatakan Judi, Telkomsigma berhasil melakukan monetizing yang seluruh investasi yang dimiliki perusahaan sudah menjadi engine yang dapat menghasilkan dan meningkatkan revenue Telkomsigma.

"Tahun lalu, layanan sistem integrasi menyumbang sekitar 50% dari total pendapatan perseoran, disusul layanan data center 30%, managed service 20%," ungkapnya.

Telkomsigma <i>Pede</i> Raup Rp4 Triliun di 2017Foto: agus/detikINET
Berbagai inisiatif strategis yang dilakukan Telkomsigma dalam mendukung Telkom sebagai raja digital, mulai dari mengakuisisi Pointer sebagai channel untuk menjual Indonesia ke mancanegara.

Selain itu, Telkomsigma juga meluncurkan Indonesia Toursim Exchange (ITX) yang merupakan platform digital marketplace Toursim yang mempertemukan penyedia produk wisata (supplier) dan pemasar (distributor). Sehingga masing-masing pihak mengelola inventori secara real time, berinteraksi, dan memasarkan produk secara online.

Di tahun 2017, Telkomsigma akan terus sejalan dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya soal pembangunan infrastruktur di sektor transportasi.

"Kita fokuskan di transportasi, di sana kita akan menanamkan investasi sebesar-besarnya dalam hal mendukung infrastruktur IT dan aplikasi yang dirancang untuk transportasi," imbuhnya.

Disampaikan Judi, tantangan dan kompetisi semakin besar, namun Telkomsigma tetap mempertahankan posisinya sebagai market leader di industrinya.

Dalam upaya menghadapi tantangan tersebut pada tahun ini, dilakukan berbagai transformasi dan strategi, yaitu salah satunya dengan meningkatkan kerjasama Telkom Group melalui go to market Telkomsigma bersama Telkomsel.

Telkomsigma yakin bahwa dengan pemikiran strategis, yaitu pemikiran mega (komparatif), makro (kompetitif), dan mikra (kooperatif), tantangan-tantangan di tahun 2017 dapat dihadapi dengan terus membawa perusahaan ke arah bigger, broader, dan better.

(yud/yud)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed