Senin, 28 Mar 2016 16:55 WIB

MUI Terbitkan Sertifikat e-Money Syariah

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. TrueMoney Foto: dok. TrueMoney
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sertifikat e-Money Syariah untuk layanan keuangan TrueMoney yang dimiliki oleh PT Witami Tunai Mandiri.

"TrueMoney menjadi uang elektronik pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikat ini. Kalau ada produk sejenis menggunakan Syariah, kami belum berikan sertifikat," ungkap Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin.

"Kalau TrueMoney kami sudah audit dan semua sudah memenuhi unsur syariah," jelasnya lebih lanjut usai menyerahkan sertifikat kepada Komisaris TrueMoney Witami Habib Helmi Baharum di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Chief Executive Officer TrueMoney Witami Joedi Wisuda mengungkapkan, saat ini TrueMoney telah hadir di enam Negara diantaranya Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Indonesia.

"Di Indonesia produk eMoney ini dinamakan TrueMoney Witami dan berada di bawah PT Witami Tunai Mandiri dengan dukungan seribu agen. Sebentar lagi TrueMoney akan ekspansi ke Malaysia dan Singapura," ungkap Joedi yang sempat berkarir di XL dan Samsung.

Dikatakan olehnya, TrueMoney sejak tahun lalu di Indonesia memberikan layanan  pembelian pulsa dan PPOB, pembayaran tur dan travel, transfer dana, serta tarik tunai.

TrueMoney Witami pun berencana bekerja sama dengan lembaga remiten asing guna menjaring pengguna uang elektronik di negara Asia Tenggara untuk penyelenggaraan transfer uang dan tarik tunai ke semua bank komersil dan Kantor Pos Indonesia.

"Dalam rangka mendorong pengembangan sektor Ekonomi Syariah di Indonesia, Witami Tunai Mandiri berfokus untuk membantu program pemerintah dengan membuat terobosan baru untuk mengembangkan potensi bisnis Syariah di dalam negeri, melalui pengelolaan dana-dana keagamaan secara lebih produktif dan profesional," katanya.

Berbekal sertifikat syariah, TrueMoney Witami berencana untuk mengembangkan fasilitas pembayaran di lingkungan komunitas muslim di Indonesia, seperti pondok pesantren, sekolah islam, masjid, dan Koperasi Syariah atau Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), serta produk-produk halal dengan kerjasama bersama LLPOM MUI.

Sementara Lukmanul Hakim selaku Direktur LPPOM MUI mengungkapkan pihaknya bekerjasama dengan TrueMoney untuk mempermudah mendapatkan sertifikat halal bagi produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta korporasi dengan kehadiran aplikasi dan web Siap Halal.

"Dengan mengintegrasikan metode pembayaran menggunakan TrueMoney, tentunya akan membuat pengembangan potensi-potensi usaha mikro lebih mudah. Khususnya bagi UKM binaan untuk pengajuan sertifikasi syariah dan e-commerce. Ini terobosan membumikan sertifikat halal yang akan menjadi kewajiban pada 2019 mendatang sesuai Undang-undang," jelasnya.

Menurut Lukman, dengan integrasi sistem berbasis syariah, maka diharapkan proses registrasi produk halal hingga proses penjualan secara online dapat dilakukan secara One Stop Service.

Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya pola keanggotaan, di mana setiap anggota akan mendapatkan bukti keanggotaan TrueMoney Witami Syariah. Setiap anggota TrueMoney juga akan mendapatkan harga khusus saat melakuan pembelian produk halal melalui aplikasi smartphone Siap Halal.

Saat ini produk UKM yang sudah disertifikasi halal sebanyak 150 ribu produk dan korporasi sebesar 200 ribu produk. Biaya sertifikasi untuk produk UKM mulai Rp 0 hingga Rp 2 juta, sedangkan untuk  korporasi dibanderol mulai Rp 0 hingga Rp 5 juta. (rou/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed