Selasa, 12 Jan 2016 16:09 WIB

Wadirut Baru BTel: Industri Kami Sedang dalam Tantangan

Dina Rayanti - detikInet
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi milik Bakrie Grup, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tengah menghadapi kesulitan keuangan.

Hingga September 2015, BTEL masih mencatatkan kerugian hingga Rp 3,66 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, emiten provider Esia ini membukukan kerugian Rp 2,29 triliun.

Tak hanya itu, Bakrie Telecom juga mengantongi utang yang cukup banyak. Berdasarkan catatan detikFinance, BTEL menanggung beban utang senilai total lebih dari Rp 10 triliun.

BTEL memang berencana melunasi utangnya sebesar Rp 7 triliun dengan cara mengonversi jadi saham melalui penerbitan saham baru (rights issue) atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Sementara sisanya dibayar pakai cara cicil.

Sebagian ada utang ke pemerintah, sekitar Rp 1,2 triliun, berbentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni berupa pungutan yang seharusnya dibayarkan perusahaan telekomunikasi tersebut kepada Kominfo.

"Perusahaan di bidang telekomunikasi memang saat ini industrinya sedang ada tantangan," ujar Wakil Direktur Utama BTEL Taufan Eko Nugroho Rotorasiko ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di Citywalk Function Hall, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Meski demikian, Taufan meyakini, kinerja perseroan akan lebih baik ke depan, melalui berbagai inovasi yang dikembangkan.

"Tahun ini mungkin lebih baik, tapi kalau kita bicara masa depan saya merasa BTEL ini memiliki masa depan yang cukup cerah. Apalagi, kita sudah berpengalaman melakukan revolusi-revolusi, inovasi-inovasi. Tinggal kita bagaimana membangun sesuatu yang baru di atas persiapan yang sudah dilakukan direksi-direksi yang saat ini sedang bekerja," terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BTEL Jastiro Abi menambahkan, untuk tetap bersaing di industri telekomunikasi, BTEL mulai meninggalkan bisnis CDMA. Kini, operator telekomunikasi Grup Bakrie itu mencoba peruntungan di bisnis Voice over Internet Protocol (VoIP) melalui EsiaTalk.

EsiaTalk adalah aplikasi VoIP yang menawarkan nomor virtual untuk menelepon dan ditelepon menggunakan nomor mana pun, atau istilahnya adalah panggilan telepon yang 'nebeng' di jaringan internet.

"Kita tidak akan lagi mengandalkan pendapatan dari CDMA. Seperti kita tahu, banyak dari operator telekomunikasi menutup operasinya karena bisnis CDMA sudah tidak bisa bersaing. Jadi, kita akan menghadapi tantangan dengan inovasi baru, mengikuti keinginan pasar," jelas Abi.

(jsn/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed